≡ Menu

Cara Shalat Duduk

Anda sedang sakit? Tapi anda ingin tetap melakukan ibadah shalat? Jika anda sedang dalam keadaan sakit dan benar-benar tidak bisa bangun atau berdiri, ada cara yang dapat anda gunakan untuk tetap beribadah kepada Allah SWT, yaitu dengan melakukan shalat duduk. Hal tersebut diperjelas dengan Hadis di bawah ini.

Salatlah dengan berdiri, jika tidak mampu hendaklah dengan duduk, dan jika tidak mampu juga maka dengan berbaring.” (HR. Bukhori).

Cara Shalat Duduk

Cara Shalat Duduk

Bagi anda yang melakukan shalat duduk, niat, bacaan, dan rukun sholat tetap sama seperti halnya shalat pada umumnya.

Perhatikan cara-cara di bawah ini untuk melakukan shalat duduk.

1. Duduk dengan posisi seperti duduk diantara dua sujud. Menghadap ke kiblat dan membaca niat shalat. Perhatikan gambar di bawah ini.

duduk

duduk

2. Melakukan takbiratul ikhram dengan mengangkat kedua tangan sampai ke daun telinga.

3. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap rakaat.

4. Melakukan rukuk pada shalat duduk berbeda dengan shalat biasa, yaitu melakukan rukuk dengan cara tangan diletakkan di atas lutut dan membungkukkan atau mencondongkan badan sedikit ke depan. Perhatikan gambar di bawah ini.

rukuk

rukuk

5. Setelah itu, melakukan i’tidal sebagaimana biasanya pada shalat pada umumnya

6. Kemudian melakukan sujud dengan cara membukkukkan kepala dan badan.

7. Melakukan duduk diantara dua sujud sebagaimana shalat pada umumnya.

8. Melakukan duduk tasyahud awal dan atau tasyahud akhir sebagaimana biasanya pada shalat pada umumnya

9. Setelah itu, mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

10. Lakukan rukun shalat duduk tersebut secara tertib (berurutan) dan tumaninah.

Bagi anda yang ingin melakukan shalat duduk, sebaiknya anda mengetahui sikap atau posisi duduk yang dilarang pada saat melakukan shalat duduk.

Ada 3 cara duduk yang dilarang, yaitu.

1. Cara duduk iq’a seperti duduknya binatang

Cara duduk pertama yang dilarang saat melakukan shalat adalah duduk iq’a atau duduk seperti binatang. Hal tersebut dipertegas dengan hadis di bawah ini.

Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) melarangku untuk duduk iq’a sebagaimana cara duduk iq’a binatang buas. (HR. Abu Ya’la dalam Al-Musnad).

Duduk iq’a atau duduk seperti binatang yang dimaksudkan di atas adalah posisi duduk jongkok dengan kedua tangan diletakkan di samping. Sementara pantat diletakkan atau menempel pada tanah. Oleh karena itu jangan pernah anda melakukan posisi duduk dalam shalat dengan cara tersebut.

2. Cara duduk seperti cara duduknya setan

Cara duduk kedua yang dilarang saat melakukan shalat adalah duduk dengan cara duduknya setan. Hal tersebut dipertegas dengan hadis di bawah ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan duduk iftirasy, dan beliau melarang duduk seperti cara duduk setan. (HR. Bukhari dan Muslim).

Duduk seperti duduknya setan yang dimaksudkan di atas adalah posisi duduk jongkok dengan kedua tangan diletakkan atau menempel di tanah sebagai sandaran dari pada badan. Oleh karena itu anda jangan pernah melakukan posisi duduk tersebut saat sedang mengerjakan shalat.

3. Cara duduk iftirasy atau duduk seperti orang Yahudi

Cara duduk ketiga yang dilarang saat melakukan shalat adalah duduk dengan cara duduk iftirasy atau duduk seperti orang yahudi. Hal tersebut dipertegas dengan hadis di bawah ini.

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang untuk duduk dengan bersandar pada tangan kiri ketika shalat. Beliau mengatakan, ‘Seperti itu adalah bentuk shalatnya orang yahudi.’ (HR. Baihaqi, Hakim, dan dishahihkan Al-Albani).

Duduk iftirasy atau duduk seperti orang Yahudi yang dimaksudkan di atas adalah posisi duduk dengan tangan kanan diletakkan di belakang punggung kemudian badan bersandar dengan telapak tangan. Oleh karena itu anda jangan pernah melakukan posisi duduk tersebut saat sedang mengerjakan shalat.






{ 0 comments… add one }

Leave a Comment