≡ Menu

Cara Menjamak Shalat Dzuhur Dan Ashar

Bagaimanakah cara menjamak shalat Dzuhur dan Ashar? Shalat jama yaitu mengumpulkan dua shalat fardhu dalam satu waktu. Dalam hal ini, yaitu menggabungkan shalat Dzuhur dan shalat Ashar dalam satu waktu, yaitu di waktu Dzuhur atau di waktu Ashar. Namun, anda tidak diperbolehkan untuk menjamak shalat Shubuh dengan Dzuhur atau shalat Jumat dengan Ashar pada hari jumat.

Namun, sebelum anda masuk ke tata cara menjamak shalat Dzuhur dan Ashar, sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu syarat-syarat diperbolehkannya seseorang menjamak shalat Dzuhur dan Ashar.

Syarat Diperbolehkannya Menjamak Shalat

a. Melakukan perjalanan jauh dengan jarak sekurang-kurangnya du a hari perjalanan kaki atau dua marhalah (yaitu sama dengan 16 farsah atau 138 kilometer).

b. Bepergian bukan untuk maksiat.

c. Jika ingin berjamaah, maka harus makmum kepada seorang musafir juga.

Shalat jamak memiliki dua jenis, yaitu shalat jamak taqdim dan shalat jamak takhir. Berikut penjabarannya mengenai kedua jenis shalat jamak tersebut.

Perbedaan shalat jamak Taqdim dan Takhir

a. Shalat Dzuhur dan Ashar Jamak Taqdim

Shalat jamak taqdim, yaitu mengumpulkan dua shalat fardhu dengan cara memajukan shalat fardhu yang belum masuk waktunya pada shalat fardhu yang sudah masuk waktunya. Jadi dalam hal ini anda akan menjamak taqdim shalat Dzuhur dan Ashar, maka dilakukan pada waktu Dzuhur. Namun, anda tidak diperbolehkan untuk menjamak shalat Shubuh dengan Dzuhur atau shalat Jumat dengan Ashar pada hari jumat.

Berikut ini tata cara shalat jamak Dzuhur jamak takdim dengan ashar.

1. Melaksanakan shalat Dzuhur empat rakaat terlebih dahulu dengan niat.

Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.

Atau anda dapat melakukan niat dalam Bahasa Indonesia : “Aku sengaja shalat fardu dhuhur empat rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala”

2. Setelah melaksanakan shlat Dzuhur langsung melaksanakan shalat Ashar 4 rakaat. Tidak boleh disela dengan shalat sunah atau perbuatan lainnya.

b. Shalat Dzuhur dan Ashar Jamak Takhir

Shalat jamak taqdim, yaitu mengumpulkan dua shalat fardhu dengan cara mengulur atau mengundur shalat fardhu yang sudah masuk waktunya pada shalat fardhu di waktu berikutnya. Jadi dalam hal ini anda akan menjamak takhir shalat Dzuhur dan Ashar, maka dilakukan pada waktu Ashar. Namun, anda tidak diperbolehkan menjamak takhir shalat Ashar dan Maghrib.

Untuk melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar jamak takhir dapat anda lakukan dengan dua cara yaitu, melakukan shalat Dzuhur terlebih atau melakukan shalat Ashar terlebih dahulu. Yang penting niat shalat jamaknya dilakukan pada shalat yang pertama.

Berikut ini tata cara shalat jamak Dzuhur dan Ashar jamak takhir dengan melaksanakan shalat Dzuhur terlebih dahulu.

1. Melaksanakan shalat Dzuhur empat rakaat terlebih dahulu pada waktu Ashar dengan niat.

Ushollii fardlozh zhuhri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’al ashri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Atau anda dapat melakukan niat dalam Bahasa Indonesia :”Aku sengaja shalat fardu dhuhur empat rakaat yang dijama’ dengan Ashar, fardu karena Allah Ta’aala”

2. Setelah melaksanakan shalat Dzuhur langsung melaksanakan shalat Ashar 4 rakaat. Tidak boleh disela dengan shalat sunah atau perbuatan lainnya.

Berikut ini tata cara shalat jamak Dzuhur dan Ashar jamak takhir dengan melaksanakan shalat Ashar terlebih dahulu.

1. Melaksanakan shalat Ashar empat rakaat terlebih dahulu dengan niat.

Ushollii fardlol ‘ashri arba’a raka’aatin majmuu’an ma’azh zhuhri adaa-an lillaahi ta’aalaa.”

Atau anda dapat melakukan niat dalam Bahasa Indonesia : “Aku sengaja shalat fardu Ashar empat rakaat yang dijama’ dengan dzuhur, fardu karena Allah Ta’aala”

2. Setelah melaksanakan shalat Ashar langsung melaksanakan shalat Dzuhur 4 rakaat. Tidak boleh disela dengan shalat sunah atau perbuatan lainnya.

Selain itu syarat sahnya melakukan shalat Dzuhur dan Ashar jamak takhir adalah anda masih di dalam perjalanan saat datangya waktu shalat Ashar.

Setelah memahami cara menjamak shalat Dzuhur dan Ashar tersebut, anda tidak perlu khawatir lagi akan kehilangan shalat fardhu saat melakukan perjalanan jauh pada waktu Dzuhur atau melakukan perjalanan jauh dan belum sampai di tempat tujuan pada waktu Ashar






{ 0 comments… add one }

Leave a Comment