≡ Menu

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Dan Matahari

Anda melihat gerhana bulan dan matahari? Namun anda belum tahu tata cara melakukan shalat gerhana bulan dan matahari? Jika anda melihat gerhana bulan dan matahari, maka anda di sunahkan untuk melaksanakan shalat gerhana.

Hal tersebut dipertegas dengan Sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti berikut.
فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ
Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan) , maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat.”

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Dan Matahari

Tata Cara Shalat Gerhana Bulan Dan Matahari

Hukum shalat gerhana bulan dan matahari adalah sunnah muakkad. Waktu pelaksanaan shalat gerhana, yaitu dimulai dari awal terjadinya gerhana matahari atau bulan. Jadi jika anda memulai shalat gerhana sebelum terjadinya gerhana, namun di tengah-tengah shalat baru terjadi gerhana, maka shalat gerhana tersebut dianggap tidak sah. Sedangkan, jika anda memulai shalat disaat gerhana bulan dan matahari sudah terjadi dan terlihat, kemudian di tengah-tengah shalat anda gerhana tersebut selesai, maka shalat gerhana anda dinggap sah.

Shalat gerhana disunahkan dilakukan secara berjamaah da dilakukan di masjid. Jumlah rakaat dari shalat gerhana adalah dua rakaat, yaitu dilakukan dengan dua kali rukuk tiap rakaatnya. Namun hal tersebut dapat ditambah dengan melakukan tiga atau empat kali rukuk setiap rakaat. Hal tersebut dipertegas dengan hadis di bawah ini.

Hadis tentang shalat gerhana bulan dan matahari yang dilakukan dua rakaat dengan dua kalii rukuk:

عَنْ عَائِشَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ صَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فِى أَرْبَعِ سَجَدَاتٍ وَجَهَرَ فِيهَا بِالْقِرَاءَةِ كُلَّمَا رَفَعَ رَأْسَهُ قَالَ « سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ.

Dari Aisyah dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau Shalat empat kali Rukuk dalam empat kali Sujud dan membaca dengan keras bacaannya. Setiap beliau mengangkat kepalanya beliau mengucapkan سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ (H.R.An-Nasai).

Hadis tentang shalat gerhana bulan dan matahari yang dilakukan dua rakaat dengan tiga kalii rukuk:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى سِتَّ رَكَعَاتٍ وَأَرْبَعَ سَجَدَاتٍ

Dari Aisyah bahwasanya Nabi SAW Shalat enam kali Rukuk dan empat kali Sujud” (H.R.Muslim).

Dari hadis di atas menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan enam kali rukuk dalam empat kali sujud. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan tiga kali rukuk pada tiap rakaatnya.

Hadis tentang shalat gerhana bulan dan matahari yang dilakukan dua rakaat dengan empat kalii rukuk:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ كَسَفَتْ الشَّمْسُ ثَمَانَ رَكَعَاتٍ فِي أَرْبَعِ سَجَدَاتٍ

Dari Ibnu Abbas beliau berkata; Ketika matahari mengalami gerhana, Rasulullah SAW Shalat delapan kali Rukuk dalam empat kali Sujud” (H.R.Muslim).

Dari hadis di atas menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan delapan kali rukuk dalam empat kali sujud. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan empat kali rukuk pada tiap rakaatnya.

Setelah anda memahami hal-hal tersebut di atas, barulah anda dapat memperhatikan tata cara shalat gerhana bulan dan matahari di bawha ini.

Tata cara shalat Gerhana

1. Berniat

2. Takbiratul Ikhram

3. Membaca surat Al-Fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca surat pendek (lebih baik jika membaca surat Al-baqoroh)

4. Kemudian, melakukan Ruku lebih lama dari pada shalat biasa (kira-kira selama orang membaca tasbih sebanyak 100 kali)

5. Kemudian I’tidal dengan melafalkan bacaan Tasmi : ’SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMDU’

6. Setelah anda I’tidal tidak langsung rukuk, melainkan berdiri lagi dan membaca surat Al-Fatihah kemudian dilanjutkan dengan membaca surat pendek.

7. Kemudian ruku kembali dan lebih singkat dari rukuk pertama.

8. Kemudian I’tidal kembali

9. Setelah itu, sujud dan duduk diantara dua sujud, kemudian sujud kembali.

10. Kemudian, berdiri untuk melaksanakan rakaat yang kedua. Langkah-langkahnya seperti mengerjakan rakaat yang pertama tadi, namun lebih singkat.

11. Tasyahud dan disertai salam ke kanan dan ke kiri

Setelah melakukan shalat gerhana matahari dan bulan, Imam ketika shalat disunahkan untuk melakukan khutbah yang mejelaskan tentang anjuran sedekah, berdzikir, dan membebaskan budak.






{ 0 comments… add one }

Leave a Comment