≡ Menu

Cara Menggunakan & Membaca Jangka Sorong

Kini saatnya menambah wawasan dengan mengetahui cara menggunakan & membaca jangka sorong. Jangka sorong adalah alat yang berguna dalam pengukuran panjang suatu benda dengan mudah. Ketelitian dari jangka sorong juga cukup akurat. Ketelitian yang akan bisa anda peroleh dari jangka sorong tersebut adalah 0.01 cm atau setara dengan 0.1 mm. Artinya setiap hasil yang ditunjukan oleh jangka sorong tersebut pastilah cukup detail. Sebagai contohnya anda bisa melihat ulasan mengenai contoh kasus penghitungan dengan menggunakan jangka sorong berikut.

Pengukuran dengan Menggunakan Jangka Sorong

1. Tahap awal yang harus anda lakukan adalah membuka rahang dari jangka sorong tersebut dan geserkan ke bagian kanan. Ini akan memudahkan anda untuk menghitung ukuran dari benda yang ingin anda ukur. Selanjutnya anda bisa menggesernya lagi ke rahang di bagian kiri. Pastikanlah anda melakukannya hingga rapat. Kenapa? Hal ini karena anda akan mampu melakukan pengukuran dengan lebih optimal lagi.

2. Setelah itu anda akan melihat ada dua angka NOL yang terlihat pada jangka sorong di bagian bawah. Angka NOL yang pertama akan terlihat pada skala atas pada bagian ujung kiri. Sementara itu, angka yang kedua tepat berada pada baris yang ada dibawahnya dan agak ke tengah.

3. Lihatlah garis pertama pada angka NOL tersebut. Tepatnya ada di bagian bawah. Setelah angka 1, anda akan melihat ada angka 1.2, 1.3, 1.4 dan seterusnya. Disini yang akan anda dapatkan adalah angka 1 dan 2. Perhatikanlah garis yang berhimpit pada skala atas dan skala dibawah. Cari garis yang menyambung dengan lurus pada bagian bawah dan atasnya. Misalnya jika angka yang didapat adalah angka 6 maka anda harus menjumlahkannya dengan angka yang anda dapatkan tadi.

Cara Menggunakan & Membaca Jangka Sorong

Cara Menggunakan & Membaca Jangka Sorong

Cara Pelaporan dan Penyajian Data Usai Membaca Hasil Ukur Jangka Sorong

Seperti yang telah diketahui dari penjelasan diatas bahwa akurasi dari penghitungan jangka sorong ini adalah 0.01 cm. Mari kita ambil contoh, misalnya saja ada sebuah pengukuran pelat besi yang diketahui mencapai 1,48 cm.
Angka yang anda dapatkan dari hasil pengukuran ini bukanlah angka yang pasti namun dianggap sebagai angka pendekatan saja. Hasil aslinya berapa ukuran plat besi masih belum diketahui secara pasti. Apabila pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat yang lebih tinggi lagi maka bisa saja hasilnya berbeda.

Penyajian data dari hasil ukur jangka sorong tersebut adalah sebagai berikut:
(1,48 +/- 0,005) cm

Anda juga bisa menyajikannya dengan menyesuaikan jumlah desimal yang ada pada bagian belakang dan depannya:
(1,480 +/- 0,005) cm

Jadi bisa diketahui bahwa rumus pelaporan datanya adalah L = x + Ax
X = ini adalah hasil yang nampak dari pengukuran yang kita lakukan.
Ax = ini adalah ketidak pastian dari hasil ukur yang kita lakukan.

Itulah cara menggunakan & membaca jangka sorong yang bisa anda lakukan mulai dari sekarang. Dengan menggunakan jangka sorong maka proses penghitungan yang anda lakukan akan bisa semakin mudah dan juga akurat. Ini tentunya sangat berguna sekali bagi anda yang ingin menghitung ukuran dengan jumlah yang lebih pasti lagi. Membaca jangka sorong dengan benar sangatlah penting untuk dilakukan. Kesalahan yang dilakukan akan sangat merugikan bagi anda. Jika ada kesalahan dalam penghitungan maka anda bisa memperbaiki kesalahan tersebut dengan belajar lebih detail mengenai cara menggunakan jangka sorong tersebut.






{ 0 comments… add one }

Leave a Comment