≡ Menu

Cara Mendidik Anak Secara Islami

Anak merupakan amanah bagi kedua orang tuanya. Anak bisa menjerumuskan kedua orang tuanya ke neraka dan merekapun bisa mebawa kedua orang tuanya ke surga. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pertama yang akan mempengaruhi akhlak seorang anak. Anak akan meniru perbuatan yang dilakukan orangtua, adik dan kakaknya bahkan saudara yang tinggal bersamanya. Taudalan yang baik akan ditiru oleh sang anak, begitu juga akhlak yang jelek. Proses pendidikan tidak bisa dilakukan secara sepontan, karena pendidikan merupakan sebuah proses yang didalamnya membutuhkan kesabaran orang yang mendidiknya.

Kapan tepatnya pendidikan islami diberikan kepada anak? Pendidikan kepada sang anak hendaknya dilakukan orangtua ketika anak berada di dalam kandungan. Khususnya ibu yang langsung kontak dengan sang janin. Ketika hamil biasakan sang ibu dan ayahnya membaca quran di dekat janin sehingga janin akan terbiasa dengan lantunan ayat suci alquran.

Kata-kata yang diucapkan sang ibu dan ayah akan didengar oleh janin, ucapkanlah kata-kata yang baik. jangan sampai kehamilan membuat sang ibu tidak melakukan shalat lima waktu dikarenakan fisiknya yang sedang lemah. Lakukanlah kewajiban shalat lima waktu dengan kemampuan yang dimiliki seorang ibu yang sedang hamil, walaupun sang ibu terbaring ditempat tidur lakukanlah shalat sambil tidur.

Dan jangan pernah kehamilan dijadikan alesan untuk bermalas –malasan, karena hal sikap ini akan langsung dirasakan oleh sang janin. Ibu hamil yang malas akan membentuk karakter anak yang malas, begitu juga sebaliknya ibu yang rajin dan semangat dalam berjuang akan melatih janin yang dikandungnya memiliki karakter semangat dan rajin.

Selanjutnya, ketika bayi lahir, kumandangkan adzan dan ikomah di telinga sang bayi oleh ayahnya. Hal ini dilakukan agar anak terhindar dari syetan. Ketika bayi didiklah anak secara islami sehingga mereka akan terbiasa hingga dewasa. Ketika sang ibu mau menyusui anaknya biasakan membaca doa untuk menyusui sehingga sang bayi mendengarkan.

Ketika bayi tumbuh menjadi balita dia akan meniru segala hal yang ada disekitarnya begitupun dengan ucapan akan ditiru oleh mereka. Pendidikan yang akan sangat membekas dan mudah ditiru adalah pendidikan perilaku dan ucapan yang diliat dan dirasakan oleh balita dilingkungan keluarga.

Perilaku orang sekitar akan ditiru oleh balita, sehingga tunjukkanlah perilaku dan tauladan yang baik di dalam keluarga dan biasakan seluruh anggota keluarga untuk berucap dengan kata-kata yang baik pula. Biasakanlah shalat berjamaah di dalam keluarga, sehingga sang balita melihat hal tersebut dan otomatis merekapun akan mengikuti gerakan shalat yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya. Bagi anak laki-laki biasakan untuk diajak shalat ke masjid oleh ayahya.

Ketika sang anak sudah mulai bisa merespon, mendengarkan apa yang diucapkan oleh lingkungan sekitar, bacakanlah atau ceritakanlah kisah-kisah nabi atau cerita-cerita islami yang didalamnya banyak pelajaran yang bisa diambil hikmahnya. Waktu yang tepat untuk membacakan cerita tersebut di malam hari sebelum tidur, jalinlah kebersamaan dan kedekatan orangtua bersama anak-anaknya dengan bercerita. Mereka akan sangat tertarik untuk mendengarkan cerita dan ini bisa menjadi kesempatan bagi orangtua untuk mendidik anaknya dengan cerita-cerita islami. Anak selalu ingat cerita yang bacakan oleh orang tua nya dan mereka akan tahu mana perbuatan yang baik dan buruk dari cerita tersebut. Proses pendidikan islami sebaiknya dilakukan di masa kanak-kanak, karena masa kanak-kanak merupakan masa golden age dan apapun yang mereka dapat di masa ini akan sangat berbekas ketika mereka tumbuh remaja dan dewasa.






{ 0 comments… add one }

Leave a Comment