≡ Menu

Cara Kerja Rem Tromol

Anda belum tahu cara kerja rem tromol pada kendaraan anda? Pada umumnya fungsi rem adalah sebagai alat memperlambat atau menghentikan laju kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Rem juga berfungsi sebagai alat yang menjamin pengendaraan dengan aman.

Proses pengereman dapat terjadi karena terjadinya gesekan antara dua benda. Rem bekrja dikarenakan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar roda yang menyebabkan panas. Oleh karena itu prinsip kerja pada rem adalah merubah energi gerak menjadi energi panas.

Salah satu jenis rem yang banyak digunakan pada kendaraan adalah rem tromol. Proses pengereman pada rem tromol biasanya menggunakan tuas atau cara pengoperasian mekanikal.

a. Komponen-komponen Rem Tromol

Rem tromol memiliki beberapa komponen yang membantu proses terjadinya pengereman. Berikut ini saya jelaskan komponen-komponen yang terdapat pada rem tromol dan juga fungsinya.

1. Kanvas dan Sepatu Rem

Kanvas rem merupakan komponen dari rem tromol yang terpasang mengelilingi sepatu rem. Kanvas dan sepatu rem ini berfungsi untuk menekan putaran tromol rem saat kendaraan anda diberhentikan.

2. Tromol rem

Tromol atau drum rem merupakan bagian yang terpenting dalam rem tromol. Fungsi dari komponen yang satu ini adalah sebagai alat penahan putaran pada saat proses pengereman terjadi.

3. Silinder Roda

Silinder roda memiliki bagian-bagian yang terdiri atas bodi dan piston. Komponen yang satu ini berfungsi sebagai alat yang menekan sepatu rem ke tromol rem. Jumlah piston atau penekan pada silinder roda beragam, yaitu ada yang mnggunakan satu atau dua piston bergantung pada konstruksinya.

4. Per Pengembali

Dalam rem tromol terdapat per pengembali. Tugas dari komponen tersebut adalah untuk mengembalikan piston dan kanvas rem pada posisi semula setelah terjadinya proses pengereman.

b. Cara Kerja Rem Tromol

Setelah anda mengetahui komponen-komponen yang terdapat dalam rem tromol dan fungsinya dalam proses pengereman. Selanjutnya, anda dapat memperhatikan cara kerja rem tromol. Perhatikan cara kerjanya di bawah ini.

1. Saat Proses Pengereman

Pada saat tuas rem ditarik atau pedal rem diinjak, maka akan terjadi pergerakan pada komponen-komponen rem tromol, yaitu terjadinya gesekan antara tromol dan kanvas rem. Piston akan menekan pada kanvas rem dan menyebabkan adanya gaya gesekan yang kuat sehingga mampu menghentikan putaran atau gerakan tromol. Pada saat pengereman per pengembali juga meregang dengan maksimal.

2. Setelah Proses Pengereman

Pada saat tuas atau pedal rem dilepaskan pada posisi semula, maka per pengembali akan mengembalikan kanvas pada posisi semula sehingga tidak ada gesekan yang terjadi antara kanvas dan tromol rem.

Penggunaan rem tromol pada kendaraan bermotor memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah rem tromol dapat bekerja maksimal pada beban angkut yang berat, sehingga rem tromol lebih sering digunakan pada kendaraan yang memiliki muatan yang besar.

Sedangkan kekurangan penggunaan rem tromol pada kendaraan adalah rem tromol menggunakan sistem yang tertutup. Hal ini membuat partikel kotoran dalam ruang tromol tersebut, sehingga apabila anda ingin melakukan perawatan dan penggantian harus membuka roda terlebih dahulu.

Hal itu juga menyebabkan air pada saat banjir dapt mengumpul di bagian ruang tromol, sehingga menyulitkan sistem rem untuk bekerja dan harus dilakukan pengeringan terlebih dahulu dengan menginjak setengah rem pada saat kendaraan melaju.

Setelah anda memhami cara kerja rem tromol serta kelebihan dan kekuranggannya pada kekndaraan anda. Anda dapat menentukan penggunaan rem yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan anda. Jika anda lebih sering memuat barang-barang yang berat, sebaiknya menggunakan rem tromol.






{ 0 comments… add one }

Leave a Comment